7 Fakta Erupsi Krakatau

Meletusnya gunung Krakatau menjadi salah satu letusan gunung terhebat yang pernah ada. Bayangkan, letusan gunung di pulau yang tak berpenghuni dapat menyebabkan korban jiwa hingga lebih dari 30.000 orang.

Hal itu membuktikan bahwa jangkauan dari letusan gunung ini sangatlah luas. Penasaran dengan fakta dibalik semua itu? Berikut merupakan 7 fakta mengenai erupsi Krakatau.

 

  1. Menjadi inspirasi lukisan

Setelah Krakatau meletus, banyak langit yang menjadi warna merah di berbagai negara. Peneliti pun mengungkapkan bahwa partikel udara akibat meletusnya gunung Krakatau lah yang menyebabkan langit Norwegia memerah.

Edvard Munch melukis seseoreng yang berteriak histeris dengan langit berwarna merah. Banyak yang berpendapat bahwa warna langit yang ada pada lukisan tersebut terinspirasi dari letusan gunung Krakatau.

 

  1. Mengubah warna matahari

Material vulkanik yang keluar akibat letusan gunung ini menjadi penyebab dari merahnya warna matahari tenggelam dalam 3 tahun terakhir. Matahari yang terbenam dikatakan bahwa lebih menyerupai daging yang meradang.

Hal itu secara tidak langsung mengubah musim dan membuat siang hari sedikit lebih lama. Ini bisa menggambarkan bahwa betapa dahsyatnya letusan pada saat itu.

 

  1. Hilangnya sebagian pulau

Fakta menarik juga datang dari pulau tempat gunung Krakatau berada. Dinyatakan bahwa kurang dari setengah pulau saja yang tersisa akibat letusan tersebut.

Pulau dengan tinggi 2.625 kaki itu merasakan efek dari letusan berkekuatan 200 ton TNT. Hal itu menyebabkan pulau tersebut terpisah dan hanya sepertiganya yang selamat.

 

  1. Tanda Erupsi

Gunung Krakatau telah aktif selama kurang lebih 200 tahun sejak 1883. The Atlantic pads sebuah artikelnya melaporkan bahwa tidak ada satu orang pun yang tinggal di Anyer maupun Merak.

Letusan gunung ini pun memiliki jangkauan lebih dari 80 mil. Ini didasarkan pada penduduk Batavia yang mendengar kebisingan serta angin yang kencang pada ssat gunung Krakatau meletus.

 

  1. Ledakan erupsi

Dikabarkan bahwa ledakan erupsi yang terjadi pada gunung Krakatau dapat terdengar sejauh 2.800 mil. Dalam 4,5 jam, gunung Krakatau mengalami 4 ledakan mulai dari pukul 5.30 pada tanggal 27 Agustus.

Kekuatan ledakan yang terakhir, tepatnya pada pukul 10.02 pagi merupakan ledakan yang 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan bom yang dijatuhkan di Hiroshima. Dapat terbayang betapa mengerikannya kejadian ini.

 

  1. Tsunami besar

Tsunami biasanya disebabkan oleh gempa yang terjadi di bawah laut. Namun pada saat gunung Krakatau meletus, tsunami terjadi hingga mengakibatkan banyak sekali korban jiwa.

Hal ini menunjukan betapa hebatnya getaran yang terjadi di area letusan. Tsunami yang terjadi pun memiliki ketinggian setinggi 42 meter dan memakan banyak korban jiwa.

 

  1. Abu letusan

Setelah meletus dengan sangat hebat, abu yang dikeluarkan seperti menutupi matahari selama 3 hari. Awan abu tersebut menyebar sejauh 275 mil yang membuat matahari berwarna biru di Nikaragua.

Efek lain dari abu ini adalah munculnya ladang apung sedalam kurang lebih 3 meter. Ladang apung ini menyumbat pelabuhan dan mengganggu proses transaksi dan perdagangan disana.

 

Itulah 7 fakta dibalik letusan hebat gunung Krakatau. Jika kamu ingin selalu mendapatkan informasi atau berita terbaru, kamu bisa mendapatkannya dengan menonton acara berita di nonton INews TV ataupun di aplikasi RCTIplus. Pada aplikasi RCTIplus juga kamu dapat melakukan streaming berbagai channel televisi sehingga kamu dapat menikmatinya di android.