Ayat Tentang Puasa Bulan Ramadhan yang Ada di dalam Al Quran

ramadhan 1

Puasa ini adalah rukun islam yang ke empat yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim, puasa yang wajib dilakukan adalah puasa pada saat bulan Ramadhan. Saat menjalankan puasa kita ini sedang diajarkan untuk menahan lapar dan juga haus, selain itu kita juga harus menahan segala perbuatan yang bisa membuat puasa kita menjadi batal yaitu dengan cara menahan hawa nafsu.

Supaya kita ini tidak salah dalam memahami ibada puasa sebainya kita ini harus tahu dulu latar belakang dari wajbnya berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Semua ayat tentang puasa sudah tertulis di dalam  Al Quran pada surat Al-Baqarah ayat 183-184.

 

Al Baqarah Ayat 183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn”

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S Al Baqarah : 183).

Dalam ayat tersebut di sebutkan juga kita ini sebagai manusia yang beriman harus berpuasa dengan tujuan untuk mendidik jiwa ini, menyadarkan bahwa manusia ini punya kelebihan jika dibandingkan dengan binatang, hingga mengendalikan syahwat. Jadi kita ini harus selalu mejalani segala perintah dari Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.

 

Al Baqarah Ayat 184

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Ayyāmam ma’dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, wa ‘alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa’āmu miskīn, fa man taṭawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn”

Artinya : “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain.

Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”(Q.S Al Baqarah : 184).

Seperti yang di jelaskan di dalam surat Al Baqarah Ayat 184, Allah SWT ini mengatakan jika kita sedang sakit atau jika kita sedang tidak bisa untuk menjalankan puasa kita ini di wajibkan untuk mengganti puasa tersebut sebanyak puasa yang tidak di kerjakan. Lalu jika puasa tersebut memang tidak bisa diganti karena memang sudah tidak ada harapan karena sakit yang diderita sudah sangat parah maka orang tersebut dwajibkan untuk membayar fidyah, selain itu bisa juga melakukan pengganti dengan cara memberi makan untuk orang miskin untuk satu hari.

Tapi jika memang Anda rela dan mampu Anda ini bisa memberikan makan lebih dari satu orang miskin untuk 1 hari Anda tidak berpuasa, hal ini tentu saja jauh lebih baik. Jika kita bisa menggantinya dengan puasa hal ini pastinya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan fidyah.

Nah itu dia beberapa landasan mengenai kewajiban untuk menjalankan puasa di bulan Ramadhan, semoga ibadah puasa yang akan segera datang bisa di terima oleh Allah SWT.